Habis lebaran Th 2018 aku sekeluarga "move" ke ngabul, sebuah desa yang cukup terkenal karena duriannya di kabupaten jepara, Jawa Tengah. Dengan tekad yang bulat kami pindah berharap bisa menjadi keluarga dengan pribadi yang lebih mandiri ke depannya. Suasana rumah yang dekat dengan kebun-kebun kosong yang bukan milik kami memberi efek "segar" ke nafas kami. Terima kasih ya Tuhan atas ini semua.....
Aku dan keluarga hidup sebagai seorang katolik di lingkungan RT-ku seorang diri, tetapi aku yakin bahwa kami bisa berdampingan dengan mereka. Tetangga - tetangga kami sangat ramah, mungkin karena aku dan keluarga sebisa mungkin berbaur dengan mereka. Posisi rumah kami yang di belakang sebuah musholla dengan suara adzan dan pengajian pada saatnya, aku syukuri dengan sepenuh hati. At least ...banyak nasihat-nasihat positif yang sering aku dengarkan dari pendakwah.
Sebagai sebuah keluarga katolik kami tinggal di wilayah lingkungan Yohanes, sebuah lingkungan yang mempunyai semangat membaur yang Top banget!! Di desa Ngabul saat ini hanya ada 2 keluarga katolik, tapi untunglah sering di kunjung teman2 di lingkungan yohanes membuat kami merasa kuat dan tidak sendiri.
Kami share kegiatan lingkungan Yohanes ya :
1. Ngrosok
2. Ngopi bareng
Di acara Ngopi bareng ini kami selalu sharing tentang Iman dan kehidupan. Acara yang tidak formal sama sekali ini membuat kami bebas mengungkapkan uneg2 dan berekspresi.